Lembaran Jiwa

                                 by : Muhamad Rido       

Lembaran hidup ku

terhampar dalam lembaran kertas putih

setiap detik berlalu

tak beritahu bagaimana aku

Jalan hidup ku

Menempuh ribuan  kerikil

Yang rapuh di telan dingin nya air

Keterbukaan mu di malam bintang

tak mampu aku menahan… satu

Jiwa ku bergetar

Terhembus angin malam

Jalani setiap detik ku

Untuk berjalan menempuh mu

Walau ku tahu ribuan duri telah menunggu

Tapi tak gentar diriku

tetap pandang ku pada dirimu

Advertisements

Tidak Ku sangka Kau Menyimpannya !(chapter 2)

by :lince mardiyanti

           Setelah ke acara berkabung tersebut Shae Nie langsung pulang karena suadah 3 hari dia tidak pulang kerumahnya

“kamu dari mana Shae Nie, kamu perempuan, 3hari baru pulang ?” tanya Appa Shae Nie kepadanya.

“mau tau Shae Nie dari mana ? hah !? tanya sendiri sama diri appa, bukannya Shae Nie selalu memberi tau itu semua sama appa tapi appa gak pernah mau peduli” jawab Shae Nie membentak Appa-nya.

“Monyong neo (kurang ajar kamu) !” marah nya pada Shae Nie

“jangan salahkan Shae Nie kalo Shae Nie seperti ini ! Appa yang buat Shae Nie seperti ini !!” tangis Shae Nie seraya ingin meninggalkan Appa nya.

“Shae Nie ! mau kemana kamu !?” tanya Appa-nya

“bukan urusan Appa !” bentaknya sambil berlari menuju kamarnya. Masuk dengan membanting pintu kamar sekuat tenaga yang tersisa

         “Shae Nie, maafkan Appa, Setelah semua urusan Appa selesai kita bakal ngumpul lagi dan Appa gak akan sibuk lagi, ingat ini hanya sementara sayang” batin Appa-Shae Nie sambil menatap lurus pintu kamar Shae Nie yang tertutup rapat.

***

Tubuh Shae Nie serasa tak berdaya dan rapuh. Shae Nie hempaskan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang empuk itu meringkup dan menangis sesegukan.

“Na, Na molayo, semua nya bohong !” tangisnya

“Rakaaaa. aku gak sanggup hadapin ini semua sendirian ! ” tangisnya pecah.

Shae Nie terus menangis sampai iapun terlelap tanpa ia sadari. Paginya Shae Nie menatap tubuhnya dicermin

“mata ku bengkak ? kayak gimana sekolah” ucapnya seraya bercermin

“pakek kaca mata mungkin gak akan keliatan ! diamana yah” idenya sambil mencari kacamata biasa.

***

Berjalan sendirian dikoridor dengan tatapan kosong kedepan, Shae Nie memikirkan perkataan Appa-nya yang pergi ke Surabaya pagi ini, itu berarti Shae Nie harus tinggal sendirian dirumah. Itu adalah hal yang paling dibencinya.

“Shae Nie !!!” panggil Reina sambil berlari menghampiri Shae Nie

“apa ?” tanya Shae Nie

“kita kekelas sama sama aja sayang ” ucap Reina sambil menjajarkan langkah kakinya dengan Shae Nie

“hem, dasar kamu”

“hehehe, eh tumben pake kacamata, keliatan bengkak tu mata, kenapa ?” tanya Reina melihat mata Shae Nie yang terlihat habis menangis semalam.

“gapapa kok, eh kamu mau duduk disamping aku kan, gak enak nih sendirian” manyun Shae Nie

“emm kayaknya gak bisa deh, abisnya waktu itu kan tempat duduknya ditentuin nurut absen” jelasnya

“yaudah gapapa kok” ucap Shae Nie seraya tersenyum tapi terasa hambar baginya dan Reina tau itu, dia sudah cukup mengerti sahabatnya itu. Read the rest of this entry

Tak Ku Sangka Kau Menyimpanya

 By :Lince Mardianti

“Annyeonghaseo tmen temen ^^” sapa Goo Shae Nie sambil memberikan senyum terbaiknya dikelas barunya

         “kenalin, nama ku Goo Shae Nie, panggil aku Shae Nie, aku orang Indo lahirnya di Korea pindahan juga pastinya dari Korea tepatnya Seoul Korea Selatan kesini karena kerja Orangtuaku” jelas Shae Nie dengan ceria

“oke Shae Nie, perkenalan telah selesai kamu boleh duduk ditempat yang kosong” perintah guru itu dan Shae Nie melangkah ke arah bangku kosong berada disamping cowok yang terlihat acuh tak acuh dengan kedatangan Shae Nie

“hay ^^” sapa Shae Nie pada cowok itu “emh” cueknya

“hay Shae Nie 🙂 kenalin aku Reina” ucap anak yang berada di depan Shae Nie namun Shae hanya tersenyum melihatnya, kayaknya nih cewek KorSel Lovers deh, dari gayanya yang KorSel banget batin Shae Nie

“Kamu belum punya seragam sekolah sini ?” tanya Reina

“iya, tadi sebenernya Appa gak nyuruh tapi sepertinya membosankan jika diam dirumah :)” jawab Shae Nie

“ooo… oke kita lanjutin nanti aja deh, belajar dulu, oke :)” sergah Reina sebelum Shae Nie bercerita lebih panjang lagi “oke” jawabnya santai.

Pelajaran saat itu berjalan santai sampai bel pulang tak terasa bagi mereka

“Nie, cepet, ntar aku ditinggalin sama angkutan umum langgananku” ucap Reina

“iya Na” jawab Shae Nie

“aku tunggu ditangga yah” ucap Reina lagi yang tidak sabar

“iya” jawab Shae Nie, dan setelah selesai buru buru Shae Nie menemui Reina yang menunggu dan tiba tiba BRUKKK          “awww” ringis Shae Nie sakit akibat jatuh karena menabrak cowok, ia mendongakkan kepalanya agar dapat melihat cowok itu

“sorry, gak sengaja, aku buru buru” kata Shae Nie namun cowok itu malah melengos pergi tanpa menghiraukan Shae Nie ih gak sopan banget sih, orang minta maaf malah gak digubris batin Shae Nie

“Shae Nie ! cepetan !” teriak Reina

“iya” sambil berlari Shae Nie mengejar Reina dan menjajari langkahnya

“Na, aku boleh nanya?” tanya Shae Nie ragu

“iya, kenapa?” Reina balik bertanya

“cowok yang duduk disebelah aku… namanya siapa, kamu kenal kan ?” tanya Shae Nie

“ooo… itu, kenal kok, namanya Raka anak basket, kenapa, kamu dicuekin?” jawab Reina sambil bertanya lagi

“iya, tadi…”

..         “tadi apa?” tanya Reina

“aku nabrak dia terus aku minta maaf, eh malah dicuekin” manyun Shae Nie Read the rest of this entry

Perjalanan Sekolah

Nama saya muhamad Rido tapi biasanya orang memangil saya dengan nama Rido,, ..sekarang saya adalah siswa dari SMA N SUMATRA SELATAN.
saya adalah seorang pelajar yang gigih mengejar ilmu .Dahulunya saya bersekolah di sebuah SD di sebuah pelosok desa yang materi pembelajaran nya sangat lah minim.Sekolah yang hanya memiliki berapa guru dan buku yang sangat terbatas tidak membuat saya untuk malas belajar .Suasana kelas yang dekat dengan hutan dan murid kelas yang hanya jumlah 20 orang terkadang membuat jarak antara laki dan wanita tidak terbatas.selama 5 tahun bersekolah di desa saya pun di ajak orang tua saya untuk pindah ke kota sekayu .Pendidikan yang ada di sana sudah cukup berkembang dan bagus.Saya bersekolah di SDN 12.Awalnya saya tidak terlalu akrab dengan orang di sana tapi lama kelamaan saya mulai akrab.Di saat bersekolah di SD itu saya mendapatkan rangkin 6.Karena saat itu saya duduk di kelas 6 jadi saya mulai mempersiapkan diri untuk menhadapi UN .Alhamdulillah pada tahun 2008 saya menyelesaikan pendidikan saya di bangku Sekolah Dasar dengan Nim yang lumayan bagi saya .Dan saat itu juga saya di terima di sekolah Unggulan di Sekayu yaitu SMP N 6 Sekayu. Read the rest of this entry

Resensensi Love is Blind

Judul buku : Hidup love is blind

Nama pengarang : Nora Umres

Nama penerbit : Pt.Gramedia Pustaka Utama

Ukuran buku : X + 244 hlm

Tahun terbit : 2006

Editor buku : Wedha

ISBN : 979-22-2405-x

Novel adalah karya sastra yang paling banyak dibaca oleh remaja-remaja sekarang terutama siswa-siswi SMP,SMA dan Mahasiswa.Biasa nya sebuah novel ditulis berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.novel yang lagi maraknya dibaca oleh remaja sekarang yaitu tantang cinta salah satu nya yaitu novel Hidup Love is Blind yang ditulis oleh Nora Umres.Nugi mengalami deman yang paling deman.Setiap hari Nugi dan May akrab sekali,kelakuan May yang tersenyum saat dilirik oleh Nugi.Membuat Nugi jatu cinta kepada May. Cinta pertama Nugi jatuh pada May.tahuhka May? Tentu saja tau karna May dapat membaca tanda-tanda cowok yang sedang jatuh cinta.May selalu berangan angan mempunyai cowok seganteng pangeran William.Karena itu Nugi tidak termasuk kreteria cowok May,meskipun begitu May tidak perna menyakitin Nugi.Dia malah seperti sengaja member esempatan pada Nugi.suatu malam Nugi mengajak May jalan-jalan nah inilah saat Nugi nembak May.Pada saat Nugi ngajak jalan May,May merasa berhasil seolah olah serius pada Nugi.Nugipun langsung berkata “May aku suka sama kamu” Tapi nasip sial May menolak Nugi.may ingin Nugi menjadi taman saja inilah yang membuat hati Nugi merasa sedih. Read the rest of this entry

Asal Usul Desa Sekayu

Ada sebuah dusun yang terletak dipinggir sungai Musi yang bernama dusun Suak. Simpang Muara Jongot (Muara Sungai Keruh) mengalir ke arah hulu sungai Musi. Dusun Suak dikepalai oleh seorang depati yang bernama “Sahmab Bin Sahaji” yang di kenal pula oleh masyarakat sebagai Puyang Bupati atau Puyang Depati.
Dengan bertambahnya bulan dan tahun masyarakat makin bertambah, dengan inisiatif dari kepala Dusun/ Desa maka dibukalah wilayah baru yaitu disekitar Lorong Pangeran. Wilayah baru atau dusun baru diberi nama “Pangkalan Balai” (diperkirakan sekitar hilir terusan Simpit Sekarang). Wilayah baru ini dipergunakan sebagai tempat pemukiman dan sebagai lahan persawahan areal Pang Sako.
Dengan demikian nama dusun menjadi 2 (dua) yaitu Dusun Suak dan Dusun Pangkalan Balai dan tetap dikepalai oleh kepala dusun yang bernama Sahmad Bin Sahaji (Puyang Depati) dan digelari dengan nama Gindo.
Pada abad 17 Masehi di Palembang sudah berdiri kesultanan yaitu Palembang Darussalam, dengan berdirinya kesultanan maka berpengaruh pula pada perkembangan dusun-dusun yang berada dalam wilayah Sumatera bagian Selatan termasuk Jambi, Lampung dan Bengkulu. Pada masa itu wilayah yang masuk dalam naungan Kesultanan Palembang hidup rukun, aman dan damai.
Sultan pertama yaitu Abdurrahman dengan gelar Sultan Abdurrahman Amirul Mukmini Sayyidul Imam, lalu turun ke anaknya yang bernama Sultan Manssur kemudian turun lagi kecucunya yang bernama Sultan Mahmud Badaruddin. Berkaitan dengan masa pemerintahan kesultanan maka di daerah-daerah dibentuk juga suatu pemerintahan yang disebut Kadipaten Pedatuan, Gindo, Penggawo dan dibidang agama ada istilah Penghulu, Ketip, Mudin, Lebai dan Hulubalang. Read the rest of this entry

keberanian

kau hadir bawah seribu tanya dihati ini
cintamu bagai tetes embu di waktu pagi

saat mentari telah hadir
cintamu menjadi pudar
tinggalah ku seorang diri
dan ingin bertanya

keberania itu tak pernah ada
dan ku coba untuk diam
namu cinta ini sara kebimbangan

cinta aku hanya ingin diam
sesat merasakan kasihmu
melepas segala beban yang ada
bersanadar dalam damai kasih semu
yang ia ciptakan

Kelabu langit

Saat hujan menetes turun

Di selah selah jendelah kaca ku

Kita masih bersama dalam sympony

Alunan waktu yang terus berjalan

Seindah bungan yang bermekaran

Saat mentari telah bersinar

Trsenyum bungan dalam impian malam

Di balik cucuran air mata yang merebas darah

Dari awan yang suci menajadi merah

Awan senjah yang mengikat jiwa

Dari angin yang menebus kulit ini

Pergi jauh meninggalkan

Kesujukan yang di bawah nya

Membuatku menatap langit

cinta ku dalam mtk

by : muhamad rido

saat ku tatap wajahmu

bergetarsudut sudut hati ku

membelah rasa jiwa ini

jika kau diagonal 1

akulah diagonal 2

berbagi bersama

terbang bagai layang layang

ku lihat variabel dimatamu

matamu bagaikan 2 elipsoid

hidungmu bagaikan esiptol esiptol hiperbola

cinus cosinus di bibir mu

ku jalani barisan geometri yang tak hingga jumlah nya

kujalani barisan aritmatika yang hingga jumlah nya

tapi tak ku temui sudut hati mu

dimana harus ku cari cintamu?

dengan rumus apa aku nyatakan cinta ku?

akhirnya ku temuin sinus cosinus hatimau

tepat saat jam bertetak pada pukul dua belas

membuyikan garputala hati mu